h.r mambang mit

Wakil Gubernur Provinsi Riau 

Home

Indonesia Siap Melaksanakan Perdagangan Bebas

Cetak

PEKANBARU (MMC)- Indonesia siap melaksanakan perdagangan bebas bebas yang dimulai tahun ini. pedagang dan pengrajin dalam negeri dituntut untuk bisa bersaing dengan tetap mengedepankan kualitas.

Hal ini disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Drs HM Muhaimin Iskandar MSi yang dibacakan wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR Mambang Mit dalam upacara 17 bulan dan peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dihalaman Kantor Gubernur Riau, senin (18/1). "Dalam perdagangan bebas akspor dan impor akan dihilangkan. Dilain pihak, pajak untuk Indonesia dihapuskan," katanya.

Dijelaskan, pada era perdagangan bebas negara luar menerapkan kebijakan internasional. Indonesia sendiri sudah siap untuk melaksanakan perdagangan bebas. Karenanya ia mengajak agar seluruh rakyat Indonesia untuk bersiap diri.

Lebih lanjut dikatakannya, tahun ini genap seratus tahun K3. Oleh karena itu harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh. seluruh Bupati/Walikota untuk mendukung program tersebut. K3, menurutnya sangat tepat untuk mendorong dunia usaha, dan selama ini cendrung meningkat. Terlihat dari peran serta masyrakat dalam pelaksanaannya. Bupati/Walikota juga diminta menudkung sesuai dengan wilayah kerja masing-masing.

"Mari budayakan K3 dilingkungan keluarga, pendidikan, tempat kerja. Dengan demikian kita sudah melaksanakan K3 dari dalam diri dan keluar," ungkapnya.

Usai membacakan amanat dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, wagubri menyindir petugas upacara dengan mengatakan sebelum melaksanakan upacara agar dilakukan latihan terlebih dahulu. Ini dikarenakan pada saat upacara tersebut terjadi kesalahan yang diakukan petugas pengibar berndera,

Bendera yang dinaikkan oleh pengibar bendera terlalu cepat sampai padahal lagu Indonesia Raya belum selesai dinyanyikan. "Agar pelaksanaan upacara yang dilaksnakan bisa berjalan dengan baik, hendaknya sebelum pelaksanaan upacara, agar petugas melakukan latihan terlebih dahulu, jangan sampai kejadian seperti tadi terus terjadi," sindirnya. (ant)

Facebook Facebook